BAB Berlendir: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan
Tinja (feses) berlendir? Jangan khawatir karena ini adalah hal yang
wajar. Normalnya, tubuh memproduksi sekitar 1 liter lendir setiap hari,
dan salah satunya akan terbuang bersama feses. Namun, jika kadar lendir
feses berlebihan, Anda wajib waspada karena itu bukan pertanda bagus
untuk kesehatan. Lantas, apa penyebab BAB berlendir? Bagaimana cara
mengobati BAB berlendir?
baca juga Cara mencegah Virus Corona
Definisi BAB Berlendir
BAB
berlendir adalah kondisi ketika feses yang kita keluarkan dikelilingi
oleh lendir yang memiliki tesktur lengket. BAB berlendir bukanlah suatu
masalah jika kadarnya masih dalam batas kewajaran. Hal ini karena memang
lendir memiliki tugas penting bagi tubuh, yakni melindungi sejumlah
organ halus dan jaringan seperti usus, mulut, hidung, paru-paru, hingga
sinus dari kontaminasi asam lambung, virus, bakteri, dan jamur. Beda
halnya ketika produksi lendir terlalu berlebihan sehingga menyebabkan
BAB berlendir. Alih-alih sehat, justru ini menjadi pertanda bahwa ada
yang tidak beres dengan tubuh Anda. Oleh sebab itu, penting bagi Anda
untuk selalu mengecek kondisi feses saat BAB.
Penyebab BAB Berlendir
BAB berlendir menjadi sinyal yang diberikan oleh tubuh jika ada masalah kesehatan yang tengah menimpa diri Anda. World Journal of Gastroenterology mengkonfirmasi
jika lendir berlebih pada feses menandakan saluran pencernaan mengalami
peradangan, pun sejumlah faktor lainnya. Berikut ini penyebab BAB
berlendir yang perlu Anda ketahui.
1. Abses Anal
Abses
anal adalah jenis penyakit yang menyerang area anus. Abses anal
disebabkan oleh infeksi pada kelenjar anal sehingga menghasilkan nanah
di sekitar anus. Penderita penyakit crohn adalah golongan orang yang
sering terkena abses anal ini. Pada pria, abses anal terjadi di perineum
yang terletak di antara skrotum dan anus, sedangkan abses anal pada
wanita terjadi di area sekitar anus dan vagina.
2. Fistula Anal
Adanya
nanah di area anus pada penyakit abses anal dalam kelanjutannya
menyebabkan relasi abnormal antara bagian dalam anus dan kulit di dekat
anus. Kondisi ini disebut sebagai fistula anal. Sama seperti abses anal,
fistula anal juga menyebabkan BAB berlendir banyak.
3. Crohn
Crohn
adalah penyakit radang usus dalam tingkatan yang sudah kronis.
Peradangan ini menjalar ke seluruh sistem pencernaan, namun lebih banyak
terjadi di area usus besar (kolon) dan usus kecil (ileum). Penderita
crohn akan dihadapkan oleh sejumlah gejala khas, yakni kram perut dan
BAB berlendir.
4. Kolitis Ulseratif
Buang air besar
berlendir seperti ingus juga bisa jadi pertanda dari kolitis ulseratif.
Penyakit kolitis ulseratif adalah radang selaput lendir yang ada di usus
besar (kolon) dan rectum. Akibat kolitis ulseratif ini, dinding usus
besar akan berdarah, bernanah, dan produksi lendir jadi berlebih. Lendir
yang berlebih tersebut kemudian akan ikut terbuang bersama feses saat
dikeluarkan.
5. Cystic Fibrosis
Penyebab BAB berlendir selanjutnya yakni cystic fibrosis. Penyakit cystic fibrotis adalah penyakit kelainan genetik yang menyebabkan tubuh memproduksi lendir dalam jumlah yang melebihi batas normal. Pada umumnya, cystic fibriosis menyerang area paru-paru. Akan tetapi, ada sejumlah kasus yang menunjukkan kalau cystic fibriosis
ini juga bisa terjadi di area saluran pencernaan. Lendir berpotensi
menghalangi saluran pankreas. Akibatnya, enzim pencernaaan sulit untuk
mencapai usus yang kemudian menyebabkan usus tidak dapat melakukan
tugansya untuk menyerap protein dan lemak. Lalu, terjadilah apa
yang disebut sebagai diare. Ketika diare menyerang, maka salah satu
gejala yang dialami yakni BAB berlendir dan berbau sangat busuk.
baca juga Gejala Covid 19
6. Infeksi Bakteri
Shigella, Salmonella, Yersinia, dan Campylobacter adalah contoh jenis bakteri yang kerap menginfeksi saluran pencernaan seperti usus, terutama bakteri Shigella. Saat usus terinfeksi bakteri, atau disebut sebagai disentri,
yang terjadi selanjutnya adalah serangan diare. Akibat diare, buang air
besar berlendir seperti ingus, di samping sejumlah gejala lainnya
seperti kram perut, mual, feses berdarah, dan demam.
7. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Irritable Bowel Syndrome atau
IBS adalah penyakit gangguan pencernaan yang berdampak besar terhadap
penurunan kinerja usus besar (kolon). IBS menyebabkan kontraksi otot
abnormal pada usus besar saat tengah mencerna makanan. Ada kalanya
kontraksi terlalu kuat sehingga menyebabkan diare, dan bisa juga
kontraksi terlalu lemah hingga mengakibatkan sembelit. IBS juga mengakibatkan usus besar menghasilkan lendir secara berlebihan, yang nantinya keluar bersama feses.
8. Kanker Usus
Hati-hati
karena salah satu gejala kanker usus, terutama usus besar (kolon),
adalah kondisi feses yang diselimuti banyak lendir. Selain itu, kanker
usus juga ditandai oleh feses yang berdarah, perdarahan rectum, dan
penurunan berat badan.
9. Alergi Makanan
BAB berlendir
tidak selamanya menunjukkan adanya penyakit serius yang menyerang tubuh.
Alergi terhadap jenis makanan tertentu seperti makanan yang mengandung
laktosa dan gluten juga ternyata menjadi penyebab buang air besar
berlendir seperti ingus. Saat mengonsumsi makanan-makanan
tersebut, sistem pencernaan akan bereaksi dengan memunculkan gejala
seperti perut kembung, diare, sembelit, dan ruam pada kulit. Akibatnya,
kontraksi usus menjadi tidak wajar sehingga usus besar (kolon) akan
memproduksi lebih banyak lendir. Jadi, jangan buru-buru panik
ketika mengetahui BAB Anda berlendir banyak, ya. Segera periksakan diri
ke dokter guna mencari tahu penyebab pastinya.
Ciri dan Gejala BAB Berlendir Pertanda Penyakit
Merupakan
suatu kewajaran apabila BAB Anda disertai dengan lendir. BAB berlendir
menjadi tidak wajar jika kadar lendirnya terlalu banyak, pun dibarengi
dengan sejumlah gejala lainnya, seperti:
- Sakit perut
- Terdapat darah dan nanah pada tinja (feses)
- Frekuensi buang air besar (BAB) menjadi bertambah sering
Kunjungi dokter terkait sekiranya Anda mengalami gejala-gejala tersebut guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Diagnosis BAB Berlendir
Guna
mencari tahu penyebab pasti mengapa feses Anda memiliki kadar lendir
yang berlebihan, dokter akan melakukan serangkaian prosedur medis. Pertama-tama,
dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara untuk mengetahui keluhan
pasien, riwayat penyakit yang pernah diderita pasien, hingga gaya hidup
pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan tes darah dan serangkaian
pemeriksaan fisik. Jika prosedur-prosedur tersebut belum cukup
untuk memastikan penyebab BAB berlendir, maka dokter akan melakukan
pemeriksaan penunjang, yakni:
- Uji sampel feses
- Tes urine
- Endoskopi
- Kolonoskopi
- Tes elektrolit
- CT scan, X-ray, dan MRI
Pengobatan BAB Berlendir
Setelah
diketahui penyebab buang air besar berlendir seperti ingus, dokter akan
memutuskan metode pengobatan apa yang akan diterapkan guna mengobati
BAB berlendir ini. Lazimnya, pasien akan diminta untuk:
- Banyak mengonsumsi makanan kaya serat
- Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik
- Menghindari atau setidaknya mengurangi konsumsi makanan pedas dan asam
- Perbanyak asupan cairan
BAB Berlendir Bisa Berbahaya Bisa Tidak, Tetap Waspada!
BAB
berlendir ada kalanya hanya sebagai reaksi alergi terhadap makanan,
namun tak jarang ini menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan serius
pada tubuh. Perhatikan selalu kondisi feses setiap kali Anda buang air
besar. Jika menemukan ketidakwajaran, segera kunjungi dokter sebelum
bertambah parah. Semoga bermanfaat!

Belum ada Komentar untuk "BAB Berlendir: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan"
Posting Komentar