Syok Hipovolemik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Penanganan
Kehilangan banyak darah atau cairan dalam tubuh adalah kondisi yang
tidak dapat disepelekan. Jika seseorang kehilangan terlalu banyak darah
atau cairan, fungsi berbagai organ tubuh akan terganggu. Kondisi ini
disebut sebagai syok hipovolemik. Kenali lebih lanjut tentang penyebab,
gejala, diagnosis, dan penanganan dari syok hipovolemik!
baca juga Apa itu Virus Corona
Pengertian Syok Hipovolemik
Syok
hipovolemik adalah kondisi di mana tubuh kehilangan darah atau cairan
mencapai 20% jumlahnya secara tiba-tiba. Kondisi ini termasuk ke dalam
kondisi darurat yang mengancan jiwa dan harus segera mendapatkan
penanganan. Menurunnya volume darah dalam jumlah yang cukup besar
membuat jantung tidak mampu untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup
ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan organ-organ tubuh tidak dapat
bekerja dengan sebagaimana mestinya. Darah membawa oksigen dan zat
penting lainnya untuk disalurkan ke seluruh bagian tubuh. Ketika asupan
darah dalam aliran darah berkurang, organ-organ tubuh akan kehilangan
zat-zat penting lebih cepat sebelum zat-zat tersebut tergantikan dengan
asupan baru, sehingga organ dapat berhenti bekerja dan gejala syok
terjadi.
Penyebab Syok Hipovolemik
Penyabab syok
hipovolemik adalah akibat tubuh kehilangan darah atau cairan secara
signifikasn dan tiba-tiba. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kondisi
seperti berikut ini:
- Pendarahkan akibat sayatan atau luka serius
- Pendarahan akibat cedera traumatis akibat kecelakaan
- Pendarahan internal dari organ perut
- Pendarahan akibat kehamilan ektopik yang pecah
- Pendarahan pada saluran pencernaan
- Pendarahan vagina yang berlebihan
- Endometrosis
Selain
kehilangan darah, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kehilangan
cairan tubuh. Ketika cairan tubuh hilang dalam jumlah besar, volume
darah juga dapat menurun. Berikut adalah kondisi yang dapat menyebabkan
hal ini terjadi:
- Diare berat dan berkepanjangan
- Luka bakar parah
- Muntah berlebihan dan berkepanjangan
- Keringat berlebih
Gejala Syok Hipovolemik
Syok
hipovolemik ditandai dengan berbagai macam gejala. Gejalanya
bervariasi, bergantung pada seberapa banyak tubuh kehilangan volume
darah. Meskipun gejalanya ringan, kondisi ini tetap merupakan kondisi
darurat medis. Pendarahan internal akan lebih sulit dikenali dan
baru terlihat ketika gejala syok muncul. Sedangkan pada pendarahan
eksternal, umumnya gejala sudah dapat langsung terlihat. Berikut adalah
beberapa tanda syok hipovolemik!
Gejala syok hipovolemik yang termasuk gejala ringan adalah sebagai berikut ini:
- Sakit kepala
- Pusing
- Mual
- Kelelahan
- Keringat berlebih
Sedangkan gejala syok hipovolemik yang parah dan membutuhkan penanganan segera adalah seperti:
- Kulit lembap dan dingin
- Kulit pucat
- Pernapasan cepat dan pendek
- Detak jantung cepat
- Urin sedikit atau tidak keluar sama sekali
- Kebingungan
- Lemah
- Denyut nadi lemah
- Bibir dan kuku membiru
- Hilang kesadaran
Sedangkan jika terjadi pendarahan internal, tanda syok hipovolemik adalah sebagai berikut ini:
- Nyeri perut
- Darah pada tinja
- Tinja hitam dan kering
- Darah dalam urin
- Muntah darah
- Sakit dada
- Pembengkakan pada perut
Jika
mengalami gejala syok hipovolemik, maka sebaiknya segera berkonsultasi
dengan dokter untuk mendapatkan perawatan medis secepatnya. Semakin lama
gejala syok hipovolemik dibiarkan, kondisi kerusakan organ akan semakin
parah dan kondisi semakin mengancam jiwa. Beberapa jenis
komplikasi yang mungkin terjadi akibat syok hipovolemik adalah seperti
kerusakan organ seperti ginjal atau otak, serangan jantung, dan
kelumpuhan tangan atau lengan.
Diagnosis Syok Hipovolemik
Dokter
akan memulai pemeriksaan dengan memeriksa suhu, denyut nadi,
pernapasan, dan tekanan darah pasien. Jika pasien dalam keadaang
terjaga, dokter mungkin akan menanyakan tentang riwayat medis pasien.
Namun umumnya pasien dengan syok hipovolemik tidak terlalu responsif. Selain
melihat pada gejala fisik, dokter juga menggunakan berbagai macam
pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis syok hipovolemik. Berikut adalah
beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan:
- Tes darah untuk memeriksa keseimbangan elektrolit, serta memastikan fungsi ginjal dan hati.
- CT scan atau ultrasound untuk memvisualisasikan organ tubuh.
- Ekokardiogram, pemeriksaan ultrasound untuk jantung.
- Elektrokardiogram, pemeriksaan untuk menilai irama jantung.
- Endoskopi, pemeriksaan untuk kerongkongan dan organ pencernaan lainnya.
- Katerisasi jantung sebelah kanan untuk memeriksa seberapa efektif jantung memompa darah
- Kareter kemih, dilakukan untuk mengukur jumlah urin dalam kandung kemih.
Langkah
pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis akan ditentukan
oleh dokter berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien.
Penanganan Syok Hipovolemik
Syok
hipovolemik adalah kondisi yang dapat menyebabkan kematian jika tidak
diatasi. Jika Anda mengalami atau mememukan seseorang yang mengalami
gejala syok hipovolemik, segera hubungi tenaga medis.
Sebelum
petugas kesehatan datang atau sebelum sampai di rumah sakit, terdapat
beberapa langkah penanganan syok hipovolemik agar kondisinya tidak
semakin memburuk. Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan:
- Mintalah orang yang diduga mengalami syok untuk berbaring rata dengan kaki terangkat sekitar 30 cm.
- Jangan menggerakkan orang tersebut jika dicurigai terdapat cedera pada kepala, leher, maupun punggung.
- Jaga orang tersebut tetap hangat untuk mencegah hipotermia.
- Jangan berikan cairan melalui mulut.
- Jangan mengkat kepala mereka.
- Bersihkan kotoran-kotoran yang ada di sekitar lokasi cedera, namun jangan lepaskan benda yang mungkin tertanam atau tersangkut pada luka.
- Jika area cedera bersih, gunakan benda semacam handuk untuk menahan darah agar tidak semakin banyak jumlah darah yang keluar.
Penanganan
syok hipovolemik oleh petugas medis biasanya dimulai dengan memberikan
tranfusi cairan atau darah melalui infus. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan sirkulasi darah dan mengisi kembali darah yang hilang untuk
menstabilkan kerusakan akibat syok hipovolemik. Transfusin yang
mungkin diberikan termasuk transfusi plasma darah, trombosit, sel darah
merah, atau kristaliod intravena. Dokter juga mungkin akan memberikan
obat-obatan untuk meingkatkan sirkuklasi darah dan meningkatkan kekuatan
pompa jantung.
baca juga Cara mencegah Virus Corona
Obat-obatan yang diberikan adalah seperti
dopamine, dobutamin, norepinefrin, atau epinefrin. Pemberian antibiotik
juga mungkin dilakukan untuk mencegah infeksi bakteri dan syik septik.
Kondisi jantung pasien akan dipantau untuk melihat ekfektivitas
perawatan yang dilakukan.
Sumber:
- Hypovolemic Shock – https://www.healthline.com/health/hypovolemic-shock diakses 6 Maret 2019
- What Is Hypovolemic Shock? – https://www.webmd.com/a-to-z-guides/hypovolemic-shock#1 diakses 7 Maret 2019

Belum ada Komentar untuk "Syok Hipovolemik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Penanganan"
Posting Komentar