Mengenal Pterigium, Penyakit yang Bisa Menyerang Mata
Pterigium adalah pertumbuhan fibrous berbentuk selaput tipis dari
jaringan bagian putih mata dan mengalami pembesaran ke arah kornea,
umumnya pterigium tidak bertumbuh ataupun membesar, namun kelainan bisa
terjadi hingga pterigium menutupi bagian kornea mata.
baca juga Cara mencegah Virus Corona
Hingga
kini penyebab pterigium belum diketahui dengan pasti, namun secara
statistik penyakit ini banyak menimpa para pekerja yang banyak melakukan
aktivitas di luar ruangan, mereka yang sering terkena sinar matahari,
angin dan debu. Penyakit ini lebih banyak dijumpai di daerah tropis. Penyebab
lainnya adalah berbagai zat iritan, faktor genetik, alergi, kekeringan
pada mata, faktor angiogenik, dan infeksi papilomavirus. Sedangkan
pterigium jarang diderita oleh anak-anak,
Gejala Pterigium
Pada
umumnya, pterigium hanyalah berupa tumbuhnya selaput pada permukaan
bola mata tanpa ada keluhan lain. Namun kadang kondisi ini juga dapat
disertai oleh gejala lain antara lai:
- Pertumbuhan selaput berwarna putih dengan pembuluh darah yang terlihat/menonjol di sudut mata bagian dalam atau luar.
- Pterigium dapat terjadi pada satu atau kedua mata.
- Kemerahan pada daerah yang terkena.
- Iritasi dan perih pada mata.
- Gejala mata kering.
- Kadang kala mata berair.
- Terasa seperti ada benda asing di dalam mata.
- Penglihatan buram (pada kasus parah pertumbuhan dapat menutupi kornea pusat atau menyebabkan astigmatisme karena tekanan pada permukaan kornea).
- Terasa ada yang mengganjal di mata apabila selaput pterigium tebal atau lebar.
Konsultasi
dengan dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut.
Pemeriksaan dan penanganan secara dini akan menurunkan risiko terjadinya
komplikasi.
baca juga Gejala Covid 19
Cara Mencegah Pterigium
- Langkah terbaik yang bisa adalah dengan menghindari faktor risiko. Gunakan kaca mata hitam atau topi lebar saat melakukan aktivitas di ruang terbuka.
- Menggunakan obat tetes mata khusus.
- Memeriksakan mata kita secara rutin ke dokter mata untuk mengetahui adanya gejala ataupun gangguan pada mata.
Sementara
apabila pterigium semakin besar hal itu bisa menyebabkan astigmatisma
atau silau. Perlu diketahui juga, ada pterigium yang tumbuh secara
perlahan, namun ada pula yang tumbuh secara cepat. Bila pterigium telah
meliputi bagian tengah kornea, penglihatan akan menjadi kabur.
Jika
terpaksa atau sudah ada bintik yang tumbuh di area kornea, apalagi
mendekati tepi pupil mata, maka jalan satu-satunya adalah dengan
melakukan pembedahan. Sebab jika masalah ini dibiarkan akan mengganggu
pandangan penderita. Adakah risiko operasi pterigium?
Operasi
pengambilan pterigium relatif aman, jadi Anda tidak perlu khawatir untuk
melakukannya. Operasi pterigium dilakukan dengan pembiusan lokal,
dengan cara menyuntikkan obat kejaringan pterigium yang sebelumnya juga
sudah ditetesi obat anti rasa sakit.
Setelah operasi, perawatan
yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadi infeksi adalah dengan
tidak terkena air dan debu selama 1 minggu. Pasca operasi, langkah
lanjutan yang bisa dilakukan adalah penggunaan sinar radiasi B atau beberapa terapi lainnya.
Pengobatan Pterigium
Pada
kasus tahap awal, di mana tidak terdapat gejala dan ketika pterigium
tidak signifikan menunjukkan tandanya, kondisi ini tidak perlu
mendapatkan penanganan khusus. Ketika pterigium menyebabkan iritasi,
kemerahan atau ketidaknyamanan, air mata buatan dapat membantu
melembapkan mata dan meringankan ketidaknyamanan. Tetes mata ini tidak
berpengaruh terhadap pertumbuhan pterigium.
Ketika pterigium mulai
tampak atau menyebabkan gejala seperti penglihatan buram, operasi
pengangkatan sangat disarankan. Operasi melibatkan pengangkatan daging tumbuh
dan penanaman plester transparan yang disebut konjungtiva pada bekas
luka operasi, untuk mengurangi risiko pterigium tumbuh kembali.
baca juga Apa itu Virus Corona
Plester
konjungtiva ini biasanya diambil dari mata pasien itu sendiri
(autograft konjungtiva). Penempelan autograft dapat dengan jahitan atau
tanpa jahitan. Mengingat risiko pterigium berulang pasca operasi operasi
pengangkatan dan autograft konjungtiva cukup rendah, maka tindakan ini
sangat disarankan.

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Pterigium, Penyakit yang Bisa Menyerang Mata"
Posting Komentar